Hamparan Lembah Biru

By Informator : Sahrul Djamuddin

Berikut ini adalah gambaran dari sebuah

hamparan langit biru yang tertutup

oleh awan kumulus pecandu Ghost-Sheep

Dan kini saat waktu ubah sosok sang Fasilitator

membuat sang Motivator memulai sepak terjangnya

sehingga waktu kembali beralih melalui Mediator

Membuat para Legislator ikut menyimak

Sampai menua hingga ujung masa dalam genggaman sang Executor

Dalam keadaan tertatih dan lelah… serta kadang terjatuh

Di bawah sandaran sang Diktator

yang coba bangkit terus terbang meraih impian sang Collector

Merebak hari esok bersama sang Magistor

Seiring detak jantung sang Kudetor kembali ingatkan hadirmu

di tahun silam ketika bangkitnya sang Transformator

yang menangis teringat akan Generator lembah biru

mengenang usia yang berkurang terus

Tapi manusia terus tertelan waktu yang terus bergulir

Tak ada yang pernah ingin disesali dalam genggaman sang Khaliqator

Tak ada yang pernah terlekang dari putarannya

Kita semua bergulir di dalamnya kadang tergilas…

kadang pula mengais, meringis lalu menangis…

Semua tercatat dalam catatan usang sang waktu

Yang ditandai hadirnya Kaum Lembah Biru

“01 November 2009”

Informator 4

Leave a comment »

Nama-nama Surah Al-Fatihah

Menurut kitab Khazinatul-Asrar karangan al-Ustadz Muhammad Hakky an-Nazily, Surah al-Fatihah ini mempunyai 30 nama.

Nama-nama itu ada yang diambil dari berbagai hadis Nabi mengenai al-Fatihah dan ada pula nama yang ditetapkan oleh para Sahabat dan Tabi’in.

Nama-nama tersebut adalah:

1. AL-FATIHAH ATAU FATIHATUL KITAB

Artinya  : ialah Pembuka atau pembuka kitab.

2. UMMUL KITAB

Artinya induk kitab ini diartikan karena al-Fatihah mengandung semua persoalan yang terdapat dalam Al-Qur’an yaitu Ketuhanan, Alam, Akhirat, Ibadat dan Sejarah-sejarah.

3. UMMUL QURAN

Artinya induk al-Qur’an, karena al-Fatihah isinya dianggap sebagai keringkasan dari isi seluruh al-Qur’an

4. AL-QURAN AL AZHIM

Artinya bacaan agung, karena isi al-Fatihah ini semuanya mengenai masalah-masalah yang amat besar atau agung

5. AS-SAB’UL MATSANY

Artinya tujuh yang berulang-ulang, karena memang terdiri atas 7 ayat dan dikatakan berulang-ulang karena memang banyak ayat-ayatnya dibaca berulang-ulang, baik dalam ayat-ayat al-Quran lainnya atau dalam shalat atau di luar shalat. Ada juga yang mengartikan kata Matsany itu berarti 2 bagian, karena dalam al-Fatihah itu terbagi dua, satu bagian untuk Allah dan satu bagian untuk manusia. Dan adapula yang mengartikan kata-kata Matsany itu berarti sanjungan,  karena setiap ayat dari al-Fatihah itu berisi sanjungan atau pujian terhadap Allah.

6. AL-WAFIAH

Artinya mencakup karena isinya mencakup seluruh isi al-Quran dan meliputi keterangan-keterangan tentang Allah dan keterangan tentang manusia.

7. AL-WAQIAH

Artinya tameng, nama ini diberikan oleh Yahya bin Abu Katsir karena al-Fatihah ini dapat menamengi  (menjaga) orang-orang yang membacanya dari berbagai bahaya dan penyakit, karena hadits yang diriwayatkan oleh ad-Dailamy dari Imra bin Hushain ra: Telah bersabda Rasulullah saw: “Siapa yang membaca al-Fatihah dan ayat Kursi di rumahnya tidak dapat menimpa kepadanya penyakit ‘ain dari manusia atau jin di hari itu”.

8. AL-KANZU

Artinya perbendaharaan atau tempat yang penuh dengan barang-barang berharga. Nama ini diambil dari hadis: Bersabda Rasulullah saw: “Allah berfirman bahwa al-Fatihah adalah suatu perbendaharaan dari perbendaharaan-perbendaharaan Arasy-Ku.” Tentu saja karena isi dari al-Fatihah adalah ibarat barang-barang sangat mahal harganya.

9. AL-KAFIAH

Artinya memadai, karena al-Fatihah ini mencakup semua ayat-ayat dalam al-Quran dan ayat-ayat lain tidak mencakup akan isi al-Fatihah ini.

10. AL-ASAS

Artinya sendi atau dasar, karena al-Fatihah dianggap sebagai dasar dari al-Quran dan ayat Bismillahirrahmanirrahim dianggap sebagai dasar al-Fatihah.

11. FATIHATUL QURAN

Artinya pembuka al-Quran karena letaknya di permukaan al-Quran atau boleh juga diartikan sebagai pintu masuk ke al-Quran.

12. SURATUN NUUR

Artinya surah cahaya karena surah ini banyak membawa penerangan kepada manusia.

13. SURATUL HAMDI

Artinya surah pujian karena isinya penuh dengan pujian kepada Allah.

14. SURATUS SYUKRI

Artinya surah syukur karena isinya penuh dengan syukur kepada Allah.

15. SURATUL HAMDIL ULA

Artinya surah pujian pertama.

16. SURATUL HAMDIL QASHWA

Artinya surah pujian terakhir.

17. SURATUR RUQYAH

Artinya surah mantera atau obat karena dengan surah ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit sebagai tersebut dalam hadis Abu Said al-Khudri.

18. SURATUS SYIFA’

Artinya surah yang mengandung kesembuhan (obat).

19. SURATUS SYAFIYAH

Artinya surah yang menyembuhkan.

20. SURATUS SHALAH

Artinya surah yang dibaca tiap shalat.

21. SURATUD DO’A

Artinya surah yang berisi doa. Tiap kita membaca surah ini berarti kita berdo’a.

22. SURATUT THALAB

Artinya surah berisi tuntutan (permintaan).

23. SURATUS SU’AL

Artinya surah yang berisi permintaan.

24. SURATU TA’LIMIL MASALAH

Artinya surah yang mengajarkan cara berdoa, yaitu dimulai (dengan memuji dan mengenangkan kebesaran Allah).

25. SURATUL MUNAJAH

Artinya surah yang berisi bisikan terhadap Allah.

26. SURATUT TAFWIDH

Artinya surah yang berisi penyerahan diri kepada Allah.

27. SURATUL MUKAFAAH

Artinya surah imbangan, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw sebagai imbangan terhadap harta benda orang lain (hadis).

28. AFDHALU SUWARIL QURAN

Artinya surah yang terbaik dalam al-Quran.

29. AKHIRU SUWARIL QURAN

Artinya surah penutup dari al-Quran.

30. A’ZHAMU SUWARIL QURAN

Artinya surah terbesar dalam al-Quran. Di dalamnya terdapat berbagai kitab tafsir.

Nama-nama tersebut di atas ini ditambah dengan beberapa nama lagi yaitu:

31. SURATUL MINNAH

Artinya surah yang mengandung cita-cita.

32. SURATUL MUJZIYAH

Artinya surah yang memberi balasan.

33. SURATUL MUNJIYAH

Artinya surah yang dapat membebaskan manusia dari berbagai kesulitan.

34. SURATUS TSAQALAIN

Artinya surah jin dan manusia.

35. SURATU MAJMA’IL ASMA’

Artinya surah yang mengandung nama-nama Allah.

Leave a comment »

Diproteksi: Pembagian Alam Versi Harmasrul

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

Kejamnya Dunia Pendidikan

pic106968 Setelah sekian lamanya bangsa ini dijajah oleh bangsa lain (mulai dari jaman Portugis sampai jaman Jepang), kini kita harus kembali dijajah lagi lewat dunia pendidikan oleh para Penikmat Dunia Pendidikan yang masih merajalela dengan berbagai sepak terjangnya.

Perlu kita tahu kalau pendidikan bangsa indonesia menurun drastis dari tahun ke tahun sebelumnya, apakah yang menyebabkan hal ini bisa terjadi? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing…

Seperti contoh sekarang ini…

Bangsa Indonesia sangat terpuruk dalam hal pendidikan, dulunya Malaysia belajar ke Indonesia sekarang malah terbalik bahkan Malaysia sudah di atas awan kita masih diatas gunung.

Kenapa bangsa kita bisa seperti ini?

Jawabnya adalah kurangnya kepercayaan dari pihak penikmat dan pecandu pendidikan untuk mengalokasikan dana pendidikan secara maksimal, justru yang terjadi alokasi tersebut melewati beberapa tahap dan tahap bahkan masuk pos satu keluar ke pos lain.

Kedua di mana-mana sekarang pendidikan merajalela lewat alur dan jalur yang mematahkan semangat bangsa seperti halnya yang terjadi pada anak didik (Pelajar-pelajir : SMP dan Siswa-siswi : SMA).

Realitanya sekarang ini yakni tahun 2009 Jumlah Pelajar dan Siswa yang terjaring dalam daftar Peserta Ujian Nasional yang harus mengulang lagi semakin meningkat saja dibanding dengan tahun sebelumnya. Dalam hal ini kalangan masyarakat kita semakin merasa tidak percaya diri lagi yang namanya pendidikan.

Masyarakat kita sekarang dihantui bahkan trauma dengan adanya EBTANAS/UNAS/UAN/UN yang hanya menjadi momok yang menakutkan bagi bangsa ini alasannya kenapa???

Mari kita simak pengakuan dan komentar dari berbagai pihak tentang Dunia Pendidikan (DuPen) ini.

Sekitar 25 % masyarakat indonesia menganggap Ujian Nasional tersebut adalah salah satu cara mengamputasi dan mengkebiri jiwa-jiwa muda yang intelektual, semi intelektual bahkan sampai kalangan under intelektual, sehingga mereka yang memiliki daya saing tinggi dalam berkompetisi dengan pelajar atau siswa lainnya sangat dibatasi ruang gerak mereka oleh kebijakan dan sistem dalam penentuan hasil atau alumnus terbaik dalam DuPen tersebut. Sehingga daya kreatifitas jiwa mereka terhambat hanya karena gagal dalam menyelesaikan Ujian Nasional yang berlangsungnya hanya beberapa hari saja. Padahal Pelajar/Siswa ini selama tiga tahun dalam ruang lingkup School on Style ini memiliki banyak kemampuan dasar yang tidak bisa diragukan lagi apa lagi dengan pengembangan bakat dan kreatifitas tersebut, tapi kenapa cuma karena Ujian beberapa hari ini saja mampu membuat dan mengubur potensi dan kemampuan mereka selama 3 tahun tersebut.

Mereka mengubur masa lalu mereka selama tiga tahun hanya karena beberapa hari datang kabar dari DuPen yang membuat mereka menangis dan meratap karena nilai mereka dengan hasil yang tidak memuaskan, bahkan hanya gara-gara satu bidang studi saja mampu mengorbankan bidang studi yang lain, padahal belum tentu BidStud yang satu ini mampu mendongkrak dan mengangkat reputasi mereka sebagai pelajar/siswa yang intelektual dan berdaya saing tinggi.

Apalagi sekarang pengaruh pemanasan global dan pemanasan situasi pemerintahan menjelang Pilkada… Maaf bukan tapi PilPres yang rentang waktunya tinggal beberapa minggu lagi.

Yang membuat lagi lebih parah DuPen kita adalah sering terjadinya kesimpangsiuran dalam pengelolaan Kurikulum Pendidikan (KurPen) bangsa ini. Buktinya bangsa ini sudah sering mengalami pergantian Kurikulum mulai dari Kurikulum 1994, KBK, KTSP dan berbagai variasi lainnya. Dimana kurikulum inilah yang menjadi pedoman sistematis yang wajib dan harus dilaksanakan bagi institusi terkait dalam bidang pendidikan indonesia bagi tiap materi pelajaran dengan berbagai pembagian unsur.

Dulunya kurikulum 94 beralih ke KBK terus KTSP dimana kurikulum-kurikulum ini ditandai dan diprakarsai dengan istilah “Setelah tahun 1994 kurikulum dialihkan menjadi Kurikulum Berbasis Kebingungan yang hasilnya Kurikulum Tanpa Status dan Predikat yang berlandaskan pada GLBB (gerakan lurus berubah beraturan).

Kita kembali ke Ujian Nasional tadi, apakah kita akan mengklaim seorang Pelajar/Siswa itu bodoh, kurang pintar, atau tidak pintar atau memang dari sononya???

Jawabannya tidak seperti itu, tapi berdasarkan realita yang ada mereka adalah Pelajar/Siswa yang pintar, handal bahkan mampu menciptakan sesuatu yang baru dengan inovasi-inovasi mereka, tapi toh kok hanya gara-gara perjuangan beberapa hari tersebut justru membuat dan mengklaim mereka adalah orang yang gagal alias gatot ‘gagal total’ atau TL (tidak lulus) yang mencetak Pelajar/Siswa yang belum siap berkancah pada jenjang pendidikan selanjutnya.

Traumatis dan Sadismatis…

Masalahnya mereka yang gagal dalam Ujian Nasional mereka digelandang ke Paket-paketan alias Paket B untuk Pelajar (SMP) dan Paket C untuk Siswa (SMA) yang justru membuat mereka tambah bingung tanpa pusing tujuh keliling.

Contohnya di Makassar saja rata-rata mereka yang ikut Paket C terhambat dalam pengambilan nomor peserta mereka bahkan ada yang menarik orang sudah pada duduk di depan meja siap mengerjakan lembaran Soal Ujian  di tempat lain masih banyak yang nongkrong dan mondar-mandir hanya karena kebingungan mencari dimana lokasi ujian mereka. Al-Hasil sudah berjalan beberapa butir soal terselesaikan masih saja ada ditempat lain bertanya dan meminta petunjuk dan berkata “Bagaimana dengan saya, aku harus bagaimana, apakah saya akan batalkan dan ikut dengan Paket Lain???”

Masya Allah… betul-betul aku tidak menyangka kalau bakalan akan terjadi hal seperti ini di DuPen (dunia pendidikan) kita.

Apakah tidak bisa pemerintah mengambil kebijakan di atas kebijakan dengan menerbitkan dan menertibkan aturan tentang Pendidikan Bangsa ini ke depan, seandainya saja kita mau menengok ke belakang tentang alur dan perjalanan DuPen Indonesia maybe… Mungkin bangsa ini akan mengoreksi dan mengintropeksi diri dalam hal ini.

Dan sudah saatnyalah bangsa ini bangkit dengan kebijakan baru yang bisa dijadikan Sistem dalam DuPen Indonesia. Misalnya Pemerintah janganlah berhak penuh atas Penentuan Kelulusan bagi seorang Pelajar/Siswa tapi justru pemerintah harusnya memberikan hak intern kepada masing-masing sekolah penyelenggara untuk menentukan siapa yang berhak untuk LULUS, TIDAK LULUS dan DILULUSKAN.

Hal tersebut tentu tidak akan menjadi hal yang menakutkan bagi Pelajar/Siswa generasi penerus bangsa ini. Bahkan jika sekolah penyelenggara sebagai penentu hasil akhir itukan memang sudah wajar karena Pelajar/Siswa tesebut sudah dipelajari segala macam  character, sifat dan tingkah laku keseharian mereka di sekolah, di rumah maupun di lingkungan masyarakat luas. Dan jika seandainya sekolah penyelenggaranya meLULUSkan mereka dengan hasil yang tidak memuaskan itu kan urusan intern mereka, tapi kita mesti ingat biar LULUS dan berhasil menamatkan Pendidikan Mereka dengan nilai minim yah gak apa-apalah asal tau diri juga bahwa jangan juga merasa tersinggung atau dianggap remeh jika tidak ada yang mau menampung atau menerima mereka ke dalam Jenjang Pendidikan Selanjutnya.

Jadi kesimpulannya ‘Kejamnya Dunia Pendidikan’ harus dianalisa benar dulu, kemudian ditimbang-timbang lalu ambil tindakan.

Makanya tak heran jika dulu negara tetangga yang sekaligus murid bangsa ini akan kembali menjadi guru di negara kita…

Untuk itu mari kita tanamkan pada diri kita masing-masing sifat konsisten agar kita bisa memacu DuPen Indonesia lebih maju ke depan dibanding dengan negara lain, jangan sampai kita terus yang ditinggalkan oleh kereta malam yang tak berujung pangkal.

By: Sahrul Cau

pic111623

Leave a comment »

Diproteksi: Dua Puisi Taufiq Ismail Tentang Syekh Yusuf di AfSel

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

Diproteksi: Daeng Kanduruan Ardiwinata

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

Diproteksi: Masuknya Etnis Bugis di Kalbar

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Masukkan password Anda untuk melihat komentar.